Minggu, 31 Oktober 2010

Musola SMA Negeri 1 Medan

source: http://saidialhady.com
Kalau sekolah negeri nggak punya musola, kayaknya kurang bagus. Bagaimana tidak? Siswa/i belajar di sekolah sampai jam 2 siang. Itu berarti waktu solat Zuhur udah berjalan. Dan kemungkinan besar, siswa/i yang rumahnya jauh dari sekolah, kelewatan waktu Zuhur. Intinya, sekolah negeri itu kudu punya musola.

Tak terkecuali untuk SMA Negeri 1 Medan, sekolah favorit se-kota Medan, bahkan se-provinsi Sumut. Sekolah yang biasa disebut Smansa ini mempunyai musola yang lumayan luas dan indah jika dilihat dari luar. Nama musolanya adalah Ibnu Sina. Musolah ini tentu juga mempunyai pengurus yang disebut Bakmiss (Badan Kemakmuran Musola Ibnu Sina Smansa) yang anggotanya adalah seluruh siswa/i Smansa yang beragama Islam.

Musola Ibnu Sina sering dijadikan tempat rapat, belajar, diskusi, ta'lim, mentoring dan sebagainya. Tapi, selain kegiatan positif yang dilakukan di musola ada juga siswa/i pergi ke musola ketika jam pelajaran. Kegiatan ini biasa disebut "cabut". Yah, musola adalah tempat yang aman dan nyaman untuk cabut. Banyak alasan mereka "cabut".

Kami melakukan wawancara dengan beberapa siswa.

"Menurut anda kenapa musola itu sering dijadikan tempat 'nongkrong'?

Naufal (Anggota Bakmiss): "Orang musola tu ramah-ramah. Jadi enak aja"

Farouq (wakil ketua kelas XI IPA 6): "Menurut saya, sih, musola itu tempatnya cocok dijadikan tempat kita tidur karena nyaman aja"

Vanda(Anggota Departemen Dakwah Bakmiss) : "Hemm... Musolah tu tempatnya strategis. Terus aman dan nyaman. Lagi pula, kalo bukan kita yang berada di musola, siapa lagi?"

Hafiz: "Wah, gak tau ya. Entah kenapa enak aja gitu"

"Menurut anda, apa kelebihan musola Ibnu Sina Smansa dibandingkan dengan musola lain?"

Hafiz (Amir Bakmiss): Wah, kalo Musola Ibnu Sina itu sangat ketat akan batas jarak ikhwan dengan akhwatnya. Pintu masuk ikhwan dan akhwat pun dipisahkan. Dan daerah ikhwan dilarang dimasuki oleh akhwat begitu juga sebaliknya. Kayaknya peraturan ini jarang ada deh.

Demikian artikel kami perbuat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 27 Oktober 2010

Puisi WAJAH NEGERIKU

Hanya sekedar rekaman suara hati ditumpahkan melalui tinta
Negeri ini dipenuhi kekayaan alam yang berlimpah
namun lahir pula segelintir para bedebah
Mengaku peduli bersuara dengan sejuta janji
Padahal hanya demi misi…

Hanya Sekedar bertanya pada negeri dengan goresan pena kecil ini
Diantara angan dan hayalan tentang negeri yang indah
Masih ada tangis yang menggelegar
Ada jeritan-jeritan yang tajam
Derita terus menyeruak
Inikah wajah negeri tercinta….?

Hanya Sekedar bertanya dengan apa yang disaksikan dan nyata terlihat
Para pencuri berwajah malaikat,Mengajak diskusi dengan rakyat.
Wajah dibuat polos namun tangan liar merampas.
Bedebah….! Sungguh kotor….

Hanya sekedar merasakan apa yang tengah terjadi dengan bumi pertiwi
Kehidupan berbangsa sepertinya telah habis digerogoti.
Kedaulatan terkubur,keadilan seolah telah mati
Menyisakan kemunafikan,keangkuhan.
Kerakusan berkarya,
Merah putih tak dihargai…..

Coretan ini kecil dan sederhana,namun sebuah harapan dari anak bangsa.
Aku,kita dan semua anak-anak bangsa negeri tercinta ini
Bebaskan dari buaya-buaya yang menggerogoti
Bebaskan dari cakaran tangan-tangan kotor…
Bebaskan dari terjangan menerkam
Tak peduli rakyat menjerit mengangis,
Mereka asik duduk manis…

Jejak jejak para pahlawan tidakah mengajarkan arti sebuah perjuangan
Bukan sekedar membela tanah air, tapi menjaga dengan jiwa raga
Merah putih………tidakkah memberi kekuatan
Merdeka yang sesungguhnya merdeka…..

Sains dan Teknologi dalam Evaluasi Kemanusiaan

Berbicara mengenai sains dan teknologi, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari konteks sosio-budaya yang melingkupi kelahirannya. Semua kajian keilmuan modern, ilmu sosial atau alam, berasal dari Amerika Utara dan Eropa Barat pada awal perkembangannya. Ilmu pengetahuan modern, para awal kelahirannya, menjadi bersifat “euro-sentris”.
Menjadi seperti itu karena pengaruh para filosof eropa modern seperti Rene Descartes, sangat dominan pada seluruh bangunan fisikanya Isaac Newton dan kimianya Lavosier. Keadaan menjadi seperti ini, dimana Amerika Utara dan Eropa Barat memegang hegemoni atas perkembangan sains dan teknologi (sainstek), karena di bagian dunia yang lain seperti China, Timur Tengah dan India, terjadi stagnasi besar-besaran di bidang sosial kebudayaan. Sebetulnya, kebudayaan China, Timur Tengah dan India pada waktu itu sempat lebih maju dari barat. Namun karena serangkaian perang saudara dan perebutan kekuasaan atau coup d’etat di China, Timur Tengah dan India akhirnya negara barat mampu menyalip mereka.
Pergeseran Paradigma
Kita tidak mungkin mengabaikan, sumbangan seorang Isaac Newton dan Antoine Lavosier terhadap peradaban dunia. Tanpa kedua tokoh ini, ilmu fisika dan ilmu kimia tidak akan pernah ada. Dengan fisikanya Newton umat manusia bisa mendaratkan astronot di bulan, dan dengan kimianya Lavosier berbagai obat-obatan seperti penisilin dapat ditemukan. Namun akhirnya harus disadari bahwa perkembangan sains-tek tidaklah bebas nilai. Menurut Thomas Kuhn, selalu terjadi apa yang disebut “pergeseran paradigma” sebelum akhirnya suatu teori diterima sebagai suatu hukum. Dalam konteks ini, akhirnya negara barat menggunakan sains-tek untuk menjalankan politik kolonialisme dan imperialismenya. Negara barat menyewa para ilmuwan untuk menjadi corong politik imperialis mereka. Di sini politik hegemoni bermain.
Sejak awal tarikh masehi, bangsa China telah menemukan mesiu. Namun sejauh mungkin China hanya menggunakan mesiu untuk hiburan atau hal-hal lain yang bersifat damai. Mereka berusaha keras agar mesiu tidak digunakan sebagai senjata. Sebagai contoh, sewaktu Cheng Ho, panglima angkatan laut China, melakukan pelayaran keliling dunia pada sekitar tahun 1400an, dia hanya membawa senjata ringan untuk pasukannya. Senjata berat yang berbasis mesiu tidak dibawa.
Namun sewaktu mesiu sampai di barat, perubahan besar terjadi. Mesiu dimodifikasi oleh para ilmuwan untuk digunakan sebagai senjata utama untuk menggantikan busur dan panah. Sekitar tahun 1500an, senapan tipe “musket” dan meriam telah menjadi jamak digunakan. Musket dan meriam inilah yang digunakan para imperialis eropa untuk membantai bangsa Indian beserta produk budayanya di dunia baru yang diklaim sebagai milik mereka (Kasus penemuan benua Amerika oleh Colombus yang diikuti oleh kolonialisasi besar-besaran oleh bangsa2 Eropa barat).
Selama sekian ratus tahun musket dan meriam digunakan untuk berperang dalam konflik2 besar yang melibatkan orang Eropa, contohnya para perang 30 tahun di Jerman (1618-1648), perang suksesi Spanyol (1703-1714), perang kemerdekaan Amerika (1776-1781), dan tentu saja perang Napoleon (1804-1815). Tidak terhitung berapa juta manusia yang meninggal, cacat, atau kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang menggunakan musket dan meriam ini. Pada akhir abad ke 19, perkembangan dalam dunia militer menjorok ke arah yang lebih jauh lagi. Richard Gatling dari Amerika Serikat menemukan senapan mesin, yang tentunya bisa digunakan untuk membunuh orang lebih banyak lagi, dan senapan tipe musket berhasil dimodifikasi menjadi tipe rifle yang lebih mudah digunakan. Dan Inggris pun berhasil menemukan tank pada awal abad ke 20. Pesawat tempur dan kapal selam pun mulai intensif digunakan.
Modifikasi
Modifikasi ini yang digunakan secara intensif di perang dunia ke I (1914-1918) yang memakan korban 20 juta jiwa manusia. Lebih jauh lagi, para ilmuwan Jerman berhasil menemukan gas Lewisite, yang ampuh untuk membunuh tentara Inggris di medan perang. Ditemukannya Lewisite, merupakan babak awak dari perkembangan senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction).
Secara paradigmatik, perang dunia II (1939-1945) masih menggunakan sains-tek yang pernah digunakan pada PD I. Namun ada sedikit perkembangan. Proyek Manhattan yang dipimpin oleh DR. Robert Oppenheimer, seorang ahli fisika eksentrik, telah berhasil menguji coba bom atom pertamanya. Presiden Truman setuju menggunakan bom atom itu terhadap Jepang, yang waktu itu belum menyerah seperti Jerman.
Akhirnya kota Hirosima dan Nagasaki dibom dengan total sekitar 500.000 orang meninggal. Mengerikan. Sangat mengerikan. Penemuan bom atom merupakan puncak gunung dari perkembangan senjata pemusnah massal yang meliputi senjata biologi (bakteri/fungi/virus), Kimia (gas beracun), dan Fisika (nuklir). Senjata pemusnah massal pun masih terus digunakan dalam konflik besar dunia sampai detik ini, contohnya di perang Vietnam, Amerika menggunakan gas kimia tertentu untuk membabat hutan, sehingga tentara vietkong tidak bisa bersembunyi.
Melihat kasus-kasus di atas, mudah sekali mengajak orang untuk menjadi anti sains dan teknologi. Mudah sekali mengajak orang untuk menjadi pesimis, karena perkembangan sains-tek malah menjadi langkah maju menuju kepunahan umat manusia di bumi ini. Namun, sekali lagi, menurut saya, terlalu dini untuk pesimis.
Ada beberapa ilmuwan dari Amerika, seperti Albert Einsten dan Linus Pauling, yang secara frontal beroposisi dengan Oppenheimer. Menurut mereka, seharusnya teknologi nuklir digunakan semata-mata untuk kepentingan damai, maka dengan itu penggunaan bom atom harus ditolak. Karena pandangannya yang anti penggunaan bom atom itu, justru Linus Pauling dituduh sebagai seorang komunis yang pro Uni Soviet oleh pemerintah Amerika Serikat dan pasportnya dibekukan. Namun ini tidak menghalangi Pauling untuk mendapatkan nobel keduanya, yaitu nobel perdamaian karena idealismenya yang teguh dalam memperjuangkan perdamaian dunia..
Menurut hemat saya, sering kali kita memandang persoalan secara dualistik. Kita sering sekali memisahkan antara yang sekular dan religius, antara jiwa dan badan, antara ilmu sosial dan ilmu alam, antara politik kiri dan kanan, dan antara subjek dan objek. Saya meminjam pendapatnya Frijof Capra, menurutnya semua ini karena kita mengikuti filsafat Rene Descartes secara kaku dan dogmatis. Descarteslah menganggap bahwa seorang pengamat harus menjadi subjek otonom, yang terpisah secara tegas dari objek pengamatannya. Descartes dengan instrumen geometri analitisnya (bagian dari ilmu matematika), beranggapan bahwa semua fenomena alam dan kemanusiaan bisa dijelaskan dengan bahasa matematika.
Sebetulnya filsafatnya Descartes bagus, namun apabila diterapkan secara dogmatik, muncul berbagai kerancuan. Kita mengklasifikasikan fenomena alam dan sosial berdasarkan sistem biner. Setelah itu, tanpa sadar, kita pertentangkan dan ditabrakkan satu sama lain distingsi biner itu. Sering sekali wacana di masyarakat beredar untuk mempertentangkan antara sekular dan religius, sosial dan alam , China dan pribumi dsb. Filosofi biner ini justru menimbulkan kebingungan dan konflik di masyarakat kita. Mungkin apabila filosofi ini diterapkan di Eropa, yang membangun filsafatnya atas dasar konflik dan individualisme (dialektika) ini tidak ada masalah.
Tapi di Asia (Indonesia) dimana semangat kolektivisme masih kuat, ini problematis karena mengharapkan agar masyarakat hidup dalam konflik terus menerus antara pendukung salah satu nilai biner itu. Ini hanya memecah belah masyarakat dan memarginalisasikan mereka.
Lebih Arif
Melihat keadaan distingsi biner ini seharusnya kita lebih arif dalam menyikapi keadaan. Semua disitingsi biner antara dua hal yang bertentangan itu sebetulnya tidak lain adalah suatu manifestasi budaya, yang dengan kata lain adalah buatan manusia. Bila demikian, tentu saja terbuka akan kritik. Sudah bukan saatnya untuk menjadikan sains-tek menjadi semacam “dewa penyelamat” yang akan menolong kita, atau justru menjadikan sains-tek menjadi “malaikat maut” yang akan membunuh kita. Pandangan seperti ini memecah belah dan membuat masyarakat bingung. Mereka akan semakin bertanya-tanya apa gunanya sains-tek bagi kehidupan mereka karena tenggelam oleh pro kontra yang tidak ada habis-habisnya antara elit-elit teknokrat.
Saya percaya bahwa sebaiknya para teknokrat, dari berbagai bidang disiplin ilmu apapun, entah itu kimia, hukum, fisika, psikologi, dll, bersatu dan berpartisipasi dalam perkembangan sains-tek. Seorang ahli kimia dari FMIPA menemukan senyawa kimia yang punya potensi menjadi obat, namun bila produk itu telah matang menjadi obat yang mempromosikannya ke masyarakat adalah para ahli komunikasi massa dari FISIPOL. Adalah suatu kebajikan yang amat paripurna bila para teknokrat dari berbagai disiplin ilmu (sosial dan alam), bersatu dalam suatu sinergi yang selaras, harmonis, holistik dan apik, untuk menyusun suatu konsep sains-tek yang memiliki potensi untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kita. Penelitian ilmu alam secara murni dan idealis memang masih diperlukan, tapi ingat bahwa masyarakat punya hak bertanya, bila dana penelitian itu dari pajak yang mereka bayar.
Bila demikian, tentu saja masyarakat punya hak untuk menuntut kegunaan penelitian itu untuk mereka. Walaupun bukan dari pajak masyarakat sekalipun, seorang ilmuwan tetap memiliki tanggung jawab sosial kemasyarakatan untuk mengaplikasikan sains-tek untuk perdamaian dunia, seperti yang ditunjukkan Albert Einstein dan Linus Pauling. Untuk menjadikan masyarakat mendapatkan kegunaan sains-tek secara optimal, peranan ilmu humaniora sama pentingnya dengan ilmu alam itu sendiri.
Ilmu alam dan ilmu sosial berasal dari satu induk, yaitu Filsafat. Sebagai matter scientarum, filsafatlah yang melahirkan mereka dan menjadikan mereka berdua menjadi seperti sekarang ini. Filsafat selalu mencari kebenaran, sementara anak-anaknya, yaitu ilmu sosial dan alam, mewarisi tugas dari ibunya untuk juga mencari kebenaran. Bila ilmu sosial dan alam dipertentangkan, berarti sama saja mempertentangkan kebenaran.
Mempertentangkan kebenaran berarti menegasikannya. Bila pencarian kebenaran tidak ada, peradaban manusia tidak memiliki alasan sama sekali untuk eksis. Para filosof jaman klasik, seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles, tidak pernah mempertentangkan ilmu alam dan sosial. Menurut mereka, ilmu harus diteropong dalam satu kesatuan organis, harmonis dan holistik, yaitu dalam rangka tercapainya kebahagiaan manusia.
Akhir kata, sebelum saya menutup tulisan ini, izinkalah saya mengutip perkataan seorang filosuf moral dan Belanda yaitu Baruch Spinoza. Beliau berkata ” Jangan menilai, jangan menghakimi, dan jangan mengikuti, namun harus mengerti dan harus memahami”. Demikianlah dalam hal ini sebaiknya kita singkirkan semua pemikiran negatif kita mengenai sains-tek dan berpikiran positf untuk bekerja sama mengembangkannya tanpa peduli dari kita ini berasal dari latar belakang ilmu apapun.

Penyebab Perut Berbunyi

Perut manusia terkadang suka mengeluarkan bunyi tertentu. Tentu saja ini bisa membuat si empunya perut malu jika sedang berada di ruangan yang sepi. Apa yang menyebabkan perut bisa mengeluarkan suara?

Perut yang berbunyi bisa menjadi pengingat, tapi suara perut yang kadang keras atau pelan bisa juga tanpa alasan sama sekali.

Suara geraman ini berasal dari perut dan usus kecil serta bisa berhubungan dengan fungsi dari pencernaan. Pada dasarnya sistem pencernaan adalah suatu tabung panjang yang dimulai dari mulut dan berakhir pada anus. Tabung ini menghubungkan berbagai macam organ dan bagian-bagian lain yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

Cara mendorong makanan dalam sistem pencernan manusia adalah dengan gelombang kontraksi otot yang bergerak terus menerus untuk mendorong isinya ke bawah yang disebut dengan gerakan peristaltik. Selain mendorong makanan, kontraksi ini juga membantu mengaduk makanan dan cairan pencernaan yang berbeda sehingga menjadi campuran lengket yang disebut dengan chyme.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (19/1/2010), perut yang berbunyi merupakan hasil dari proses mendorong makanan ini yaitu pergerakan antara benda padat, cairan chyme serta adanya gas dan udara. Perut yang berbunyi ini bisa terjadi sewaktu-waktu tidak hanya sebatas saat seseorang merasa lapar saja. Tapi jika ada makanan di dalam perut atau usus kecil, maka bunyi yang dihasilkan akan sedikit lebih tenang dan pelan.

Mengapa kontraksi otot sudah terjadi meskipun perut masih kosong?

Alasannya berkaitan dengan rasa kelaparan dan juga nafsu makan. Setelah dua jam perut kosong, maka perut mulai memproduksi lagi hormon yang dapat menstimulasi saraf lokal untuk mengirim pesan ke otak. Selanjutnya otak akan membalas dengan memberi sinyal pada otot pencernaan untuk memulai kembali gerakan peristaltik.

Gerakan peristaltik ini yang pertama untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tidak ikut tercerna, selanjutnya gerakan ini akan membuat seseorang merasa lapar kembali. Kontraksi otot ini akan terjadi setiap jam dan berlangsung 10-20 menit hingga perut terisi oleh makanan.

Tapi jika bunyi yang dihasilkan oleh perut terlalu berlebihan, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda ada yang tidak beres di perut seperti sindrom iritasi usus besar. Pada kasus ini biasanya diikuti dengan keluhan lain pada daerah gastrointestinalnya.

Jadi cara untuk mengontrol perut yang bunyi adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan kecil dan jangan langsung makan yang berat serta kurangi makanan yang mengandung gas agar bunyinya tidak bertambah besar.

source: http://id.shvoong.com/...and.../1971349-penyebab-perut-berbunyi/

Selasa, 26 Oktober 2010

THE TINGS THINGS, Would be Nice, Strange and Different


Katie White lahir di luar Manchester, Inggris. Sebagai seorang remaja ia muncul di TKO kelompok gadis. Kelompok ini juga termasuk Joanne Leeton dan Emma Lally. TKO tur dengan kelompok-kelompok seperti Langkah dan 5ive tetapi tidak pernah merilis album mereka sendiri.
Jules De Martino:

Jules De Martino mendapat mulai musiknya di sebuah band remaja juga. Kemudian ia adalah seorang penyanyi dalam grup rock indie Mojo Pin yang merilis 2 single, "You" pada tahun 1995 dan "My Imagination" pada tahun 1996.

The Ting Tings Apakah Lahir:

Jules De Martino dan Katie White pertama kali bertemu sebelum TKO bubar. Beberapa bulan kemudian memasangkan mengumpulkan trio bernama Dear Eskiimo. Sebagian karena masalah dengan label rekaman mereka, trio ini bubar. Waktu dengan rasa asam untuk industri musik, De Martino dan White membentuk duo Ting Tings dan awalnya hanya dimainkan pihak swasta.
The Sound of Ting Tings:

Gaya dasar dari musik pop Ting Tings adalah murni. Namun, penggunaan dipreteli suara instrumental elemental dan vokal agresif menunjukkan pengaruh punk. Mengalahkan mantap dalam musik dari suami-istri Ting Ting membuat musik yang luar biasa mereka untuk klub dansa alternatif.
Munculnya suami-istri Ting Ting:

"That’s not My Name" dirilis sebagai suami-istri Ting Ting single pertama Mei 2007 pada label indie. A, tunggal kedua edisi terbatas "Fruit Machine," menarik perhatian kepada band. Setelah penampilan di Festival Glastonbury tahun 2007, ditandatangani kontrak rekaman dengan Columbia, dan sebuah penampilan di bulan Desember 2007 di acara TV Kemudian Dengan Jools Belanda, Ting Tings yang terpilih dalam jajak pendapat BBC sebagai salah satu dari 3 tindakan atas kemungkinan besar memiliki terobosan besar pada tahun 2008.

Chart Topping Hits:

Dengan momentum di Inggris dihasilkan dari sebuah tempat di tur Gelombang 2008 NME Awards, kembali merilis single "That’s Not My Name" pergi ke # 1 di chart Inggris pop single. Hal ini diikuti oleh debut # 1 untuk album Kami Memulai Tidak ada. Di AS, single "Shut Up and Let Me Go" digunakan untuk komputer Apple iPod komersial. paparan ini membantu mengambil lagu ke dalam 40 atas chart US pop single.

Ting Tings dinominasikan untuk Video of the Year di 2008 MTV Video Music Awards dan memenangkan penghargaan untuk Best Video Inggris. Pada bulan Januari 2009 Columbia Records mulai mempromosikan "That’s Not My Name" di AS mencari terobosan besar untuk duo ini.
Listen
Read phonetically

Tentang SMA Negeri 1 Medan

About SMA Negeri 1 Medan

SMA Negeri 1 Medan. Siapa yang tidak takjub dengan sekolah negeri nomor 1 di Medan ini? Bukan hanya nomor 1 karena nomor sekolahnya, tapi juga nomor 1 di segi kualitas. Mengetahui pernyataan ini, sekolah yang lebih beken disebut "Smansa" ini menjadi sekolah favorit bagi para pelajar di kota Medan bahkan diluar provinsi Sumatera Utara. Mengapa tidak? Sekarang, untuk bisa mendaftar di Smansa ini saja, harus mempunyai nilai rapot SMP dengan rata-rata 75. Kalau tidak mencapai rata-rata yang ditentukan tersebut, pelajar yang baru lulus SMP tidak bisa daftar. Wah, sulit juga ya.

Selain punya IQ yang tinggi,

Senin, 25 Oktober 2010

Rudy Hartono Kurniawan

Rudy Hartono Kurniawan (Hanzi: 梁海量, Nio Hap Liang; translasi fonetik nama Indonesianya ke bahasa Tionghoa: 哈托诺 Hatuonuo; lahir di Surabaya, Jawa Timur, 18 Agustus 1949; umur 61 tahun) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Ia pernah memenangkan kejuaraan dunia di tahun 1980, dan Kejuaraan All England selama 8 kali pada tahun 1960'an dan 1970'an.

Rudy Hartono adalah anak ketiga dari 9 bersaudara yang lahir dari pasangan Zulkarnain Kurniawan. Orang tua Rudy tinggal di Jalan Kaliasin 49 (sekarang Jalan Basuki Rahmat), Surabaya, Jawa Timur dan bekerja sebagai penjahit pakaian pria. Selain itu

Susunan Redaksi

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberi rahmat dan ridho-Nya sehingga blog ini selesai. *cailah*.

Blog ini merupakan majalah elektronik. Mengapa disebut begitu? Karena, blog ini adalah tugas kelompok dari pelajaran bahasa Indonesia di kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Medan.
Berikut susunan redaksi dari "Majalah Kreatif".

Penasehat:
Dra. Hj. Rebekka Girsang

Pembina:
Drs. Buang Agus

Pemimpin Redaksi: