Selasa, 16 November 2010

Bukti NASA Tak Pernah ke Bulan

Pada tanggal 15 Februari 2001 stasiun TV FOX (disiarkan kembali 2005 oleh Star World Philipines) menyiarkan sebuah program dengan judul Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?. program ini memberikan bukti-bukti bahwa NASA telah memanipulasi berita pendaratan di bulan.
Hoax teori ini telah beredar beberapa tahun sebelumnya, namun tahun 2001 adalah pertama kalinya program ini di tayangkan kepada masyarakat.
Program TV ini diberikan kepada rakyat amerika yang memiliki dugaan yang kuat bahwa pemerintah mereka telah melakukan konspirasi melalui NASA dengan menciptakan sebuah ‘multi-million hoax’.
Walaupun di amerika sendiri kredibilitas FOX ‘agak’ diragukan, dengan hanya menampilkan hasil research yang tidak mendalam, tidak akurasi secara ilimiah dan konklusi yang subjektif, namun setidaknya acara ini telah membuka mata dan merubah sudut pandang dunia tentang pendaratan di bulan. Ini dapat dilihat dari rating siaran yang FOX yang meningkat tajam dengan adanya program ini. Di sisi lain warga amerika sendiri telah kehilangan respek terhadap integritas pemerintahan mereka.
Beberapa orang yang sangat terkemuka dalam meyuarakan hoax theory ini adalah Bill Kaysing penulis We Never Went To The Moon, Ralph Rene penulis NASA Mooned America, [b]David Peary dan Mary Bennett[b], co-author dari Dark Moon: Apollo and the Whistle Blowers dan yang paling terbaru adalah Bart Sibrel produser dari A Funny Thing Happened on the Way to the Moon. mereka adalah orang-orang amerika sendiri yang lantang menyuarakan Moon Landing as the great hoax of the century berdasarkan bukti dari foto-foto Apollo dan rekaman video serta kesaksian-kesaksian dari mereka yang terlibat dalam ‘project’ ini.
  • Kemungkinan berhasil diperhitungkan sangat kecil sehingga tidak dapat dibayangkan adanya pendaratan di bulan
Bill Kaysing mengatakan bahwa perhitungan keberhasilan pendaratan di bulan adalah 0.0017% (1 : 60,000). Sumber dari informasi ini adalah reportase yang di sediakan oleh Rocketdyne company pada akhir tahun 1950an. Lampiran ini tentu saja didasarkan pengetahuan mereka akan teknologi yang tersedia saat itu.
  • Seluruh Misi Apollo sebelum Apollo 11 Terserang Kerusakan Pada Sekitar 20,000 Bagian. Pengecualian pada Apollo 13 NASA Mengklaim Tidak Ada Masalah Teknis Pada Misi Bulan Mereka

Klaim hoax ini dikemukakan oleh Ralph Rene. Misi-misi Apollo sebelumnya terdapat begitu banya masalah yang tidak dapat di atasi oleh NASA sehingga mereka memutuskan untuk memanipulasi ini. Pengalaman dari misi-misi Apollo sebelumnya yang mengalami begitu banyak permasalah teknis dan kerusakan, maka astronot-astronot Apollo ‘dilatih’ keras untuk menghadapi masalah-masalah ini, dan pendaratan di bulan dapat berjalan dengan mulus. Amazing…
  • Jeleknya Kualitas Video Sehingga Tidak Dapat Diuji Dengan Lebih Mendalam

Video pendaratan Apollo 11 dikirim langsung ke bumi dari permukaan bulan dengan menggunakan antenna Lunar Module dan power supply. Sehingga terdapat batasan bandwidth yang dapat di transmisi. Sehingga Apollo 11 hanya dapat menggunakan gambar hitam-putih, slow-scan TV camera dengan scan rate 10 frame per detik pada 320 baris per frame. Untuk dapat menyiarkan situasi bulan kepada bumi maka gambar-gambar ini perlu di convert ke standart TV komersial. Di amerika, standar EIA adalah 30 frame per detik pada 525 baris per frame. Tayangan yang di kirim dari bulan ditampilkan pada monitor hitam-putih 10 inch dan sebuah kamera vidicon di arahkan ke layer monitor kemudian di scan menggunakan standar EIA.
Dalam sebuah misi yang sangat ambisius ini, NASA kehilangan kapabilitasnya dengan tidak mampunya Apollo 11 mengirimkan tayangan high-quality. Misi berikutnya, dimulai dengan Apollo 12 NASA membekali astronot mereka dengan kemampuan bandwidth yang lebih besar sehingga dapat mengirimkan gambar bewarna langsung ke bumi.
  • Tidak Akan Ada Gambar Yang Diambil Dari Bulan Karna Film Akan Meleleh Pada Temperatur 250°

Astronot Apollo pada saat itu menggunakan sebuah film transparansi khusus yang dibuat oleh Eastman Kodak dibawah kontrak NASA. Layer dari emulsi fotosensitif ini diletakan dalam ESTAR yang terbuat dari polister, yang biasanya di gunakan dalam pembuatan film bergerak. Titik leleh ESTAR adalah 490° F, namun penyusutan dan distorsi dapat terjadai pada temperatur 200° F. dan film ini tidak pernah diuji dalam temperature seperti ini. Kameranya sendiri disimpan didalam sebuah tempat khusus yang di disain untuk menjaga film agar tetap dingin.
Situasi di bulan yang tanpa udara sangat berbeda dengan situasi oven di dapur kita pada umumnya. Tanpa konveksi dan koduksi, maka panas dapat tersebar karna radiasi.
  • Setiap Foto Yang Ditampilkan Dibuat Dengan Sangat Sempurna, Terfokus, dan di Ekspos. Kenyataanya Astronot Menggunakan Kamera Tanpa Viewfinders dan Pengatur Cahaya

Artinya adalah,

Rahasia Zam-Zam

Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi.

Sumur Zamzam
Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam
Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.
Bentuk sumur Zam-zam
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Mata air zamzam

Angka 13

Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.
Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.
Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.
Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.
Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).
Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.






Inilah buktinya:

Senin, 08 November 2010

Cara Simpel Usir Stres

Ketika sudah eneg sama semua masalah dan tugas, rasanya kita nggak sabar mau refreshing dengan belanja atau traveling. Menarik, sih. Tapi, sebenarnya nggak perlu membuang banyak uang dan waktu untuk melepaskan stres yang menumpuk. Cukup dengan cara mudah dan cepat berikut ini, stres kita bisa hilang:

Senyum. Ambil cermin dan tersenyumlah. Ekspresi wajah bahagia kita di cermin, bisa menghibur kita dan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghapuskan semua pikiran negatif. Lalu kita pun yakin semua akan baik-baik saja.

Tarik napas. Di yoga, bernapas adalah teknik penting meditasi. Karena bernapas dalam-dalam bisa membantu kerja jantung, paru-paru dan otak. Jadi, segera tarik napas panjang begitu diserang stres agar kita langsung tenang dan rileks.

Berhitung. Sebelum mulai merasa jadi orang paling sial di dunia, coba sebutkan 10 kelebihan yang kita punya. Misalnya, kamar yang nyaman, teman yang baik, dll. Begitu mulai menghitung, kita pasti langsung sadar betapa beruntungnya kita.

Mr. Chocolate



                Setiap orang pasti memiliki kisah dalam hidupnya. Dan di setiap kisah, pasti memiliki sisi yang menarik untuk dibagikan. Ini adalah kisahku. Berawal dari komik, aku mengenal Nazri, sang Mr. Chocolate-ku. Berjalannya waktu, sebuah rasa tumbuh dan bersemi dihatiku. Yang awalnya hanya setitik tinta di atas secarik kertas kosong, kini telah menjelma menjadi sebuah rangkaian indah di dalam teks. Kau takkan pernah sadar dimana kau akan menemukan kisahmu. Mungkin di sekolah, tempat les, mall, bahkan di tempat yang tak pernah kau duga sekalipun. Dan aku, disinilah goresan tintaku berawal..
JJJJ
       Sudah beberapa minggu aku berada di kelas baru. Banyak wajah baru yang ku temui. Salah satunya Nazri, cowok pindahan dari kelas lain. Aku gak begitu kenal sama dia, yang aku tau, dia suka baca komik. Berbanding terbalik denganku, yang sama sekali tak suka komik.
Yah, aku enggak suka baca komik. Menurutku, gambar-gambar di komik itu berantakan. Ceritanya pun lompat-lompat seperti tupai, membuatku malas untuk mengerti komik.
            Akhir-akhir ini, kawan-kawanku heboh dengan komik Death Note. Mereka ngidolain banget komik yang satu ini. Aku jadi penasaran, ‘seseru apa sih Death Note itu?’ Karena didorong rasa keingintahuanku yang besar, akupun tak segan meminjam komik Death Note pada Nazri. Kebetulan, dia juga mengoleksi komik Death Note yang terdiri dari 12 seri itu.

Minggu, 31 Oktober 2010

Musola SMA Negeri 1 Medan

source: http://saidialhady.com
Kalau sekolah negeri nggak punya musola, kayaknya kurang bagus. Bagaimana tidak? Siswa/i belajar di sekolah sampai jam 2 siang. Itu berarti waktu solat Zuhur udah berjalan. Dan kemungkinan besar, siswa/i yang rumahnya jauh dari sekolah, kelewatan waktu Zuhur. Intinya, sekolah negeri itu kudu punya musola.

Tak terkecuali untuk SMA Negeri 1 Medan, sekolah favorit se-kota Medan, bahkan se-provinsi Sumut. Sekolah yang biasa disebut Smansa ini mempunyai musola yang lumayan luas dan indah jika dilihat dari luar. Nama musolanya adalah Ibnu Sina. Musolah ini tentu juga mempunyai pengurus yang disebut Bakmiss (Badan Kemakmuran Musola Ibnu Sina Smansa) yang anggotanya adalah seluruh siswa/i Smansa yang beragama Islam.

Musola Ibnu Sina sering dijadikan tempat rapat, belajar, diskusi, ta'lim, mentoring dan sebagainya. Tapi, selain kegiatan positif yang dilakukan di musola ada juga siswa/i pergi ke musola ketika jam pelajaran. Kegiatan ini biasa disebut "cabut". Yah, musola adalah tempat yang aman dan nyaman untuk cabut. Banyak alasan mereka "cabut".

Kami melakukan wawancara dengan beberapa siswa.

"Menurut anda kenapa musola itu sering dijadikan tempat 'nongkrong'?

Naufal (Anggota Bakmiss): "Orang musola tu ramah-ramah. Jadi enak aja"

Farouq (wakil ketua kelas XI IPA 6): "Menurut saya, sih, musola itu tempatnya cocok dijadikan tempat kita tidur karena nyaman aja"

Vanda(Anggota Departemen Dakwah Bakmiss) : "Hemm... Musolah tu tempatnya strategis. Terus aman dan nyaman. Lagi pula, kalo bukan kita yang berada di musola, siapa lagi?"

Hafiz: "Wah, gak tau ya. Entah kenapa enak aja gitu"

"Menurut anda, apa kelebihan musola Ibnu Sina Smansa dibandingkan dengan musola lain?"

Hafiz (Amir Bakmiss): Wah, kalo Musola Ibnu Sina itu sangat ketat akan batas jarak ikhwan dengan akhwatnya. Pintu masuk ikhwan dan akhwat pun dipisahkan. Dan daerah ikhwan dilarang dimasuki oleh akhwat begitu juga sebaliknya. Kayaknya peraturan ini jarang ada deh.

Demikian artikel kami perbuat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 27 Oktober 2010

Puisi WAJAH NEGERIKU

Hanya sekedar rekaman suara hati ditumpahkan melalui tinta
Negeri ini dipenuhi kekayaan alam yang berlimpah
namun lahir pula segelintir para bedebah
Mengaku peduli bersuara dengan sejuta janji
Padahal hanya demi misi…

Hanya Sekedar bertanya pada negeri dengan goresan pena kecil ini
Diantara angan dan hayalan tentang negeri yang indah
Masih ada tangis yang menggelegar
Ada jeritan-jeritan yang tajam
Derita terus menyeruak
Inikah wajah negeri tercinta….?

Hanya Sekedar bertanya dengan apa yang disaksikan dan nyata terlihat
Para pencuri berwajah malaikat,Mengajak diskusi dengan rakyat.
Wajah dibuat polos namun tangan liar merampas.
Bedebah….! Sungguh kotor….

Hanya sekedar merasakan apa yang tengah terjadi dengan bumi pertiwi
Kehidupan berbangsa sepertinya telah habis digerogoti.
Kedaulatan terkubur,keadilan seolah telah mati
Menyisakan kemunafikan,keangkuhan.
Kerakusan berkarya,
Merah putih tak dihargai…..

Coretan ini kecil dan sederhana,namun sebuah harapan dari anak bangsa.
Aku,kita dan semua anak-anak bangsa negeri tercinta ini
Bebaskan dari buaya-buaya yang menggerogoti
Bebaskan dari cakaran tangan-tangan kotor…
Bebaskan dari terjangan menerkam
Tak peduli rakyat menjerit mengangis,
Mereka asik duduk manis…

Jejak jejak para pahlawan tidakah mengajarkan arti sebuah perjuangan
Bukan sekedar membela tanah air, tapi menjaga dengan jiwa raga
Merah putih………tidakkah memberi kekuatan
Merdeka yang sesungguhnya merdeka…..

Sains dan Teknologi dalam Evaluasi Kemanusiaan

Berbicara mengenai sains dan teknologi, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari konteks sosio-budaya yang melingkupi kelahirannya. Semua kajian keilmuan modern, ilmu sosial atau alam, berasal dari Amerika Utara dan Eropa Barat pada awal perkembangannya. Ilmu pengetahuan modern, para awal kelahirannya, menjadi bersifat “euro-sentris”.
Menjadi seperti itu karena pengaruh para filosof eropa modern seperti Rene Descartes, sangat dominan pada seluruh bangunan fisikanya Isaac Newton dan kimianya Lavosier. Keadaan menjadi seperti ini, dimana Amerika Utara dan Eropa Barat memegang hegemoni atas perkembangan sains dan teknologi (sainstek), karena di bagian dunia yang lain seperti China, Timur Tengah dan India, terjadi stagnasi besar-besaran di bidang sosial kebudayaan. Sebetulnya, kebudayaan China, Timur Tengah dan India pada waktu itu sempat lebih maju dari barat. Namun karena serangkaian perang saudara dan perebutan kekuasaan atau coup d’etat di China, Timur Tengah dan India akhirnya negara barat mampu menyalip mereka.
Pergeseran Paradigma
Kita tidak mungkin mengabaikan, sumbangan seorang Isaac Newton dan Antoine Lavosier terhadap peradaban dunia. Tanpa kedua tokoh ini, ilmu fisika dan ilmu kimia tidak akan pernah ada. Dengan fisikanya Newton umat manusia bisa mendaratkan astronot di bulan, dan dengan kimianya Lavosier berbagai obat-obatan seperti penisilin dapat ditemukan. Namun akhirnya harus disadari bahwa perkembangan sains-tek tidaklah bebas nilai. Menurut Thomas Kuhn, selalu terjadi apa yang disebut “pergeseran paradigma” sebelum akhirnya suatu teori diterima sebagai suatu hukum. Dalam konteks ini, akhirnya negara barat menggunakan sains-tek untuk menjalankan politik kolonialisme dan imperialismenya. Negara barat menyewa para ilmuwan untuk menjadi corong politik imperialis mereka. Di sini politik hegemoni bermain.
Sejak awal tarikh masehi, bangsa China telah menemukan mesiu. Namun sejauh mungkin China hanya menggunakan mesiu untuk hiburan atau hal-hal lain yang bersifat damai. Mereka berusaha keras agar mesiu tidak digunakan sebagai senjata. Sebagai contoh, sewaktu Cheng Ho, panglima angkatan laut China, melakukan pelayaran keliling dunia pada sekitar tahun 1400an, dia hanya membawa senjata ringan untuk pasukannya. Senjata berat yang berbasis mesiu tidak dibawa.
Namun sewaktu mesiu sampai di barat, perubahan besar terjadi. Mesiu dimodifikasi oleh para ilmuwan untuk digunakan sebagai senjata utama untuk menggantikan busur dan panah. Sekitar tahun 1500an, senapan tipe “musket” dan meriam telah menjadi jamak digunakan. Musket dan meriam inilah yang digunakan para imperialis eropa untuk membantai bangsa Indian beserta produk budayanya di dunia baru yang diklaim sebagai milik mereka (Kasus penemuan benua Amerika oleh Colombus yang diikuti oleh kolonialisasi besar-besaran oleh bangsa2 Eropa barat).
Selama sekian ratus tahun musket dan meriam digunakan untuk berperang dalam konflik2 besar yang melibatkan orang Eropa, contohnya para perang 30 tahun di Jerman (1618-1648), perang suksesi Spanyol (1703-1714), perang kemerdekaan Amerika (1776-1781), dan tentu saja perang Napoleon (1804-1815). Tidak terhitung berapa juta manusia yang meninggal, cacat, atau kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang menggunakan musket dan meriam ini. Pada akhir abad ke 19, perkembangan dalam dunia militer menjorok ke arah yang lebih jauh lagi. Richard Gatling dari Amerika Serikat menemukan senapan mesin, yang tentunya bisa digunakan untuk membunuh orang lebih banyak lagi, dan senapan tipe musket berhasil dimodifikasi menjadi tipe rifle yang lebih mudah digunakan. Dan Inggris pun berhasil menemukan tank pada awal abad ke 20. Pesawat tempur dan kapal selam pun mulai intensif digunakan.
Modifikasi
Modifikasi ini yang digunakan secara intensif di perang dunia ke I (1914-1918) yang memakan korban 20 juta jiwa manusia. Lebih jauh lagi, para ilmuwan Jerman berhasil menemukan gas Lewisite, yang ampuh untuk membunuh tentara Inggris di medan perang. Ditemukannya Lewisite, merupakan babak awak dari perkembangan senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction).
Secara paradigmatik, perang dunia II (1939-1945) masih menggunakan sains-tek yang pernah digunakan pada PD I. Namun ada sedikit perkembangan. Proyek Manhattan yang dipimpin oleh DR. Robert Oppenheimer, seorang ahli fisika eksentrik, telah berhasil menguji coba bom atom pertamanya. Presiden Truman setuju menggunakan bom atom itu terhadap Jepang, yang waktu itu belum menyerah seperti Jerman.
Akhirnya kota Hirosima dan Nagasaki dibom dengan total sekitar 500.000 orang meninggal. Mengerikan. Sangat mengerikan. Penemuan bom atom merupakan puncak gunung dari perkembangan senjata pemusnah massal yang meliputi senjata biologi (bakteri/fungi/virus), Kimia (gas beracun), dan Fisika (nuklir). Senjata pemusnah massal pun masih terus digunakan dalam konflik besar dunia sampai detik ini, contohnya di perang Vietnam, Amerika menggunakan gas kimia tertentu untuk membabat hutan, sehingga tentara vietkong tidak bisa bersembunyi.
Melihat kasus-kasus di atas, mudah sekali mengajak orang untuk menjadi anti sains dan teknologi. Mudah sekali mengajak orang untuk menjadi pesimis, karena perkembangan sains-tek malah menjadi langkah maju menuju kepunahan umat manusia di bumi ini. Namun, sekali lagi, menurut saya, terlalu dini untuk pesimis.
Ada beberapa ilmuwan dari Amerika, seperti Albert Einsten dan Linus Pauling, yang secara frontal beroposisi dengan Oppenheimer. Menurut mereka, seharusnya teknologi nuklir digunakan semata-mata untuk kepentingan damai, maka dengan itu penggunaan bom atom harus ditolak. Karena pandangannya yang anti penggunaan bom atom itu, justru Linus Pauling dituduh sebagai seorang komunis yang pro Uni Soviet oleh pemerintah Amerika Serikat dan pasportnya dibekukan. Namun ini tidak menghalangi Pauling untuk mendapatkan nobel keduanya, yaitu nobel perdamaian karena idealismenya yang teguh dalam memperjuangkan perdamaian dunia..
Menurut hemat saya, sering kali kita memandang persoalan secara dualistik. Kita sering sekali memisahkan antara yang sekular dan religius, antara jiwa dan badan, antara ilmu sosial dan ilmu alam, antara politik kiri dan kanan, dan antara subjek dan objek. Saya meminjam pendapatnya Frijof Capra, menurutnya semua ini karena kita mengikuti filsafat Rene Descartes secara kaku dan dogmatis. Descarteslah menganggap bahwa seorang pengamat harus menjadi subjek otonom, yang terpisah secara tegas dari objek pengamatannya. Descartes dengan instrumen geometri analitisnya (bagian dari ilmu matematika), beranggapan bahwa semua fenomena alam dan kemanusiaan bisa dijelaskan dengan bahasa matematika.
Sebetulnya filsafatnya Descartes bagus, namun apabila diterapkan secara dogmatik, muncul berbagai kerancuan. Kita mengklasifikasikan fenomena alam dan sosial berdasarkan sistem biner. Setelah itu, tanpa sadar, kita pertentangkan dan ditabrakkan satu sama lain distingsi biner itu. Sering sekali wacana di masyarakat beredar untuk mempertentangkan antara sekular dan religius, sosial dan alam , China dan pribumi dsb. Filosofi biner ini justru menimbulkan kebingungan dan konflik di masyarakat kita. Mungkin apabila filosofi ini diterapkan di Eropa, yang membangun filsafatnya atas dasar konflik dan individualisme (dialektika) ini tidak ada masalah.
Tapi di Asia (Indonesia) dimana semangat kolektivisme masih kuat, ini problematis karena mengharapkan agar masyarakat hidup dalam konflik terus menerus antara pendukung salah satu nilai biner itu. Ini hanya memecah belah masyarakat dan memarginalisasikan mereka.
Lebih Arif
Melihat keadaan distingsi biner ini seharusnya kita lebih arif dalam menyikapi keadaan. Semua disitingsi biner antara dua hal yang bertentangan itu sebetulnya tidak lain adalah suatu manifestasi budaya, yang dengan kata lain adalah buatan manusia. Bila demikian, tentu saja terbuka akan kritik. Sudah bukan saatnya untuk menjadikan sains-tek menjadi semacam “dewa penyelamat” yang akan menolong kita, atau justru menjadikan sains-tek menjadi “malaikat maut” yang akan membunuh kita. Pandangan seperti ini memecah belah dan membuat masyarakat bingung. Mereka akan semakin bertanya-tanya apa gunanya sains-tek bagi kehidupan mereka karena tenggelam oleh pro kontra yang tidak ada habis-habisnya antara elit-elit teknokrat.
Saya percaya bahwa sebaiknya para teknokrat, dari berbagai bidang disiplin ilmu apapun, entah itu kimia, hukum, fisika, psikologi, dll, bersatu dan berpartisipasi dalam perkembangan sains-tek. Seorang ahli kimia dari FMIPA menemukan senyawa kimia yang punya potensi menjadi obat, namun bila produk itu telah matang menjadi obat yang mempromosikannya ke masyarakat adalah para ahli komunikasi massa dari FISIPOL. Adalah suatu kebajikan yang amat paripurna bila para teknokrat dari berbagai disiplin ilmu (sosial dan alam), bersatu dalam suatu sinergi yang selaras, harmonis, holistik dan apik, untuk menyusun suatu konsep sains-tek yang memiliki potensi untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kita. Penelitian ilmu alam secara murni dan idealis memang masih diperlukan, tapi ingat bahwa masyarakat punya hak bertanya, bila dana penelitian itu dari pajak yang mereka bayar.
Bila demikian, tentu saja masyarakat punya hak untuk menuntut kegunaan penelitian itu untuk mereka. Walaupun bukan dari pajak masyarakat sekalipun, seorang ilmuwan tetap memiliki tanggung jawab sosial kemasyarakatan untuk mengaplikasikan sains-tek untuk perdamaian dunia, seperti yang ditunjukkan Albert Einstein dan Linus Pauling. Untuk menjadikan masyarakat mendapatkan kegunaan sains-tek secara optimal, peranan ilmu humaniora sama pentingnya dengan ilmu alam itu sendiri.
Ilmu alam dan ilmu sosial berasal dari satu induk, yaitu Filsafat. Sebagai matter scientarum, filsafatlah yang melahirkan mereka dan menjadikan mereka berdua menjadi seperti sekarang ini. Filsafat selalu mencari kebenaran, sementara anak-anaknya, yaitu ilmu sosial dan alam, mewarisi tugas dari ibunya untuk juga mencari kebenaran. Bila ilmu sosial dan alam dipertentangkan, berarti sama saja mempertentangkan kebenaran.
Mempertentangkan kebenaran berarti menegasikannya. Bila pencarian kebenaran tidak ada, peradaban manusia tidak memiliki alasan sama sekali untuk eksis. Para filosof jaman klasik, seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles, tidak pernah mempertentangkan ilmu alam dan sosial. Menurut mereka, ilmu harus diteropong dalam satu kesatuan organis, harmonis dan holistik, yaitu dalam rangka tercapainya kebahagiaan manusia.
Akhir kata, sebelum saya menutup tulisan ini, izinkalah saya mengutip perkataan seorang filosuf moral dan Belanda yaitu Baruch Spinoza. Beliau berkata ” Jangan menilai, jangan menghakimi, dan jangan mengikuti, namun harus mengerti dan harus memahami”. Demikianlah dalam hal ini sebaiknya kita singkirkan semua pemikiran negatif kita mengenai sains-tek dan berpikiran positf untuk bekerja sama mengembangkannya tanpa peduli dari kita ini berasal dari latar belakang ilmu apapun.

Penyebab Perut Berbunyi

Perut manusia terkadang suka mengeluarkan bunyi tertentu. Tentu saja ini bisa membuat si empunya perut malu jika sedang berada di ruangan yang sepi. Apa yang menyebabkan perut bisa mengeluarkan suara?

Perut yang berbunyi bisa menjadi pengingat, tapi suara perut yang kadang keras atau pelan bisa juga tanpa alasan sama sekali.

Suara geraman ini berasal dari perut dan usus kecil serta bisa berhubungan dengan fungsi dari pencernaan. Pada dasarnya sistem pencernaan adalah suatu tabung panjang yang dimulai dari mulut dan berakhir pada anus. Tabung ini menghubungkan berbagai macam organ dan bagian-bagian lain yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

Cara mendorong makanan dalam sistem pencernan manusia adalah dengan gelombang kontraksi otot yang bergerak terus menerus untuk mendorong isinya ke bawah yang disebut dengan gerakan peristaltik. Selain mendorong makanan, kontraksi ini juga membantu mengaduk makanan dan cairan pencernaan yang berbeda sehingga menjadi campuran lengket yang disebut dengan chyme.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (19/1/2010), perut yang berbunyi merupakan hasil dari proses mendorong makanan ini yaitu pergerakan antara benda padat, cairan chyme serta adanya gas dan udara. Perut yang berbunyi ini bisa terjadi sewaktu-waktu tidak hanya sebatas saat seseorang merasa lapar saja. Tapi jika ada makanan di dalam perut atau usus kecil, maka bunyi yang dihasilkan akan sedikit lebih tenang dan pelan.

Mengapa kontraksi otot sudah terjadi meskipun perut masih kosong?

Alasannya berkaitan dengan rasa kelaparan dan juga nafsu makan. Setelah dua jam perut kosong, maka perut mulai memproduksi lagi hormon yang dapat menstimulasi saraf lokal untuk mengirim pesan ke otak. Selanjutnya otak akan membalas dengan memberi sinyal pada otot pencernaan untuk memulai kembali gerakan peristaltik.

Gerakan peristaltik ini yang pertama untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang tidak ikut tercerna, selanjutnya gerakan ini akan membuat seseorang merasa lapar kembali. Kontraksi otot ini akan terjadi setiap jam dan berlangsung 10-20 menit hingga perut terisi oleh makanan.

Tapi jika bunyi yang dihasilkan oleh perut terlalu berlebihan, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda ada yang tidak beres di perut seperti sindrom iritasi usus besar. Pada kasus ini biasanya diikuti dengan keluhan lain pada daerah gastrointestinalnya.

Jadi cara untuk mengontrol perut yang bunyi adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan kecil dan jangan langsung makan yang berat serta kurangi makanan yang mengandung gas agar bunyinya tidak bertambah besar.

source: http://id.shvoong.com/...and.../1971349-penyebab-perut-berbunyi/

Selasa, 26 Oktober 2010

THE TINGS THINGS, Would be Nice, Strange and Different


Katie White lahir di luar Manchester, Inggris. Sebagai seorang remaja ia muncul di TKO kelompok gadis. Kelompok ini juga termasuk Joanne Leeton dan Emma Lally. TKO tur dengan kelompok-kelompok seperti Langkah dan 5ive tetapi tidak pernah merilis album mereka sendiri.
Jules De Martino:

Jules De Martino mendapat mulai musiknya di sebuah band remaja juga. Kemudian ia adalah seorang penyanyi dalam grup rock indie Mojo Pin yang merilis 2 single, "You" pada tahun 1995 dan "My Imagination" pada tahun 1996.

The Ting Tings Apakah Lahir:

Jules De Martino dan Katie White pertama kali bertemu sebelum TKO bubar. Beberapa bulan kemudian memasangkan mengumpulkan trio bernama Dear Eskiimo. Sebagian karena masalah dengan label rekaman mereka, trio ini bubar. Waktu dengan rasa asam untuk industri musik, De Martino dan White membentuk duo Ting Tings dan awalnya hanya dimainkan pihak swasta.
The Sound of Ting Tings:

Gaya dasar dari musik pop Ting Tings adalah murni. Namun, penggunaan dipreteli suara instrumental elemental dan vokal agresif menunjukkan pengaruh punk. Mengalahkan mantap dalam musik dari suami-istri Ting Ting membuat musik yang luar biasa mereka untuk klub dansa alternatif.
Munculnya suami-istri Ting Ting:

"That’s not My Name" dirilis sebagai suami-istri Ting Ting single pertama Mei 2007 pada label indie. A, tunggal kedua edisi terbatas "Fruit Machine," menarik perhatian kepada band. Setelah penampilan di Festival Glastonbury tahun 2007, ditandatangani kontrak rekaman dengan Columbia, dan sebuah penampilan di bulan Desember 2007 di acara TV Kemudian Dengan Jools Belanda, Ting Tings yang terpilih dalam jajak pendapat BBC sebagai salah satu dari 3 tindakan atas kemungkinan besar memiliki terobosan besar pada tahun 2008.

Chart Topping Hits:

Dengan momentum di Inggris dihasilkan dari sebuah tempat di tur Gelombang 2008 NME Awards, kembali merilis single "That’s Not My Name" pergi ke # 1 di chart Inggris pop single. Hal ini diikuti oleh debut # 1 untuk album Kami Memulai Tidak ada. Di AS, single "Shut Up and Let Me Go" digunakan untuk komputer Apple iPod komersial. paparan ini membantu mengambil lagu ke dalam 40 atas chart US pop single.

Ting Tings dinominasikan untuk Video of the Year di 2008 MTV Video Music Awards dan memenangkan penghargaan untuk Best Video Inggris. Pada bulan Januari 2009 Columbia Records mulai mempromosikan "That’s Not My Name" di AS mencari terobosan besar untuk duo ini.
Listen
Read phonetically

Tentang SMA Negeri 1 Medan

About SMA Negeri 1 Medan

SMA Negeri 1 Medan. Siapa yang tidak takjub dengan sekolah negeri nomor 1 di Medan ini? Bukan hanya nomor 1 karena nomor sekolahnya, tapi juga nomor 1 di segi kualitas. Mengetahui pernyataan ini, sekolah yang lebih beken disebut "Smansa" ini menjadi sekolah favorit bagi para pelajar di kota Medan bahkan diluar provinsi Sumatera Utara. Mengapa tidak? Sekarang, untuk bisa mendaftar di Smansa ini saja, harus mempunyai nilai rapot SMP dengan rata-rata 75. Kalau tidak mencapai rata-rata yang ditentukan tersebut, pelajar yang baru lulus SMP tidak bisa daftar. Wah, sulit juga ya.

Selain punya IQ yang tinggi,

Senin, 25 Oktober 2010

Rudy Hartono Kurniawan

Rudy Hartono Kurniawan (Hanzi: 梁海量, Nio Hap Liang; translasi fonetik nama Indonesianya ke bahasa Tionghoa: 哈托诺 Hatuonuo; lahir di Surabaya, Jawa Timur, 18 Agustus 1949; umur 61 tahun) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Ia pernah memenangkan kejuaraan dunia di tahun 1980, dan Kejuaraan All England selama 8 kali pada tahun 1960'an dan 1970'an.

Rudy Hartono adalah anak ketiga dari 9 bersaudara yang lahir dari pasangan Zulkarnain Kurniawan. Orang tua Rudy tinggal di Jalan Kaliasin 49 (sekarang Jalan Basuki Rahmat), Surabaya, Jawa Timur dan bekerja sebagai penjahit pakaian pria. Selain itu

Susunan Redaksi

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberi rahmat dan ridho-Nya sehingga blog ini selesai. *cailah*.

Blog ini merupakan majalah elektronik. Mengapa disebut begitu? Karena, blog ini adalah tugas kelompok dari pelajaran bahasa Indonesia di kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Medan.
Berikut susunan redaksi dari "Majalah Kreatif".

Penasehat:
Dra. Hj. Rebekka Girsang

Pembina:
Drs. Buang Agus

Pemimpin Redaksi: