Selasa, 16 November 2010

Bukti NASA Tak Pernah ke Bulan

Pada tanggal 15 Februari 2001 stasiun TV FOX (disiarkan kembali 2005 oleh Star World Philipines) menyiarkan sebuah program dengan judul Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?. program ini memberikan bukti-bukti bahwa NASA telah memanipulasi berita pendaratan di bulan.
Hoax teori ini telah beredar beberapa tahun sebelumnya, namun tahun 2001 adalah pertama kalinya program ini di tayangkan kepada masyarakat.
Program TV ini diberikan kepada rakyat amerika yang memiliki dugaan yang kuat bahwa pemerintah mereka telah melakukan konspirasi melalui NASA dengan menciptakan sebuah ‘multi-million hoax’.
Walaupun di amerika sendiri kredibilitas FOX ‘agak’ diragukan, dengan hanya menampilkan hasil research yang tidak mendalam, tidak akurasi secara ilimiah dan konklusi yang subjektif, namun setidaknya acara ini telah membuka mata dan merubah sudut pandang dunia tentang pendaratan di bulan. Ini dapat dilihat dari rating siaran yang FOX yang meningkat tajam dengan adanya program ini. Di sisi lain warga amerika sendiri telah kehilangan respek terhadap integritas pemerintahan mereka.
Beberapa orang yang sangat terkemuka dalam meyuarakan hoax theory ini adalah Bill Kaysing penulis We Never Went To The Moon, Ralph Rene penulis NASA Mooned America, [b]David Peary dan Mary Bennett[b], co-author dari Dark Moon: Apollo and the Whistle Blowers dan yang paling terbaru adalah Bart Sibrel produser dari A Funny Thing Happened on the Way to the Moon. mereka adalah orang-orang amerika sendiri yang lantang menyuarakan Moon Landing as the great hoax of the century berdasarkan bukti dari foto-foto Apollo dan rekaman video serta kesaksian-kesaksian dari mereka yang terlibat dalam ‘project’ ini.
  • Kemungkinan berhasil diperhitungkan sangat kecil sehingga tidak dapat dibayangkan adanya pendaratan di bulan
Bill Kaysing mengatakan bahwa perhitungan keberhasilan pendaratan di bulan adalah 0.0017% (1 : 60,000). Sumber dari informasi ini adalah reportase yang di sediakan oleh Rocketdyne company pada akhir tahun 1950an. Lampiran ini tentu saja didasarkan pengetahuan mereka akan teknologi yang tersedia saat itu.
  • Seluruh Misi Apollo sebelum Apollo 11 Terserang Kerusakan Pada Sekitar 20,000 Bagian. Pengecualian pada Apollo 13 NASA Mengklaim Tidak Ada Masalah Teknis Pada Misi Bulan Mereka

Klaim hoax ini dikemukakan oleh Ralph Rene. Misi-misi Apollo sebelumnya terdapat begitu banya masalah yang tidak dapat di atasi oleh NASA sehingga mereka memutuskan untuk memanipulasi ini. Pengalaman dari misi-misi Apollo sebelumnya yang mengalami begitu banyak permasalah teknis dan kerusakan, maka astronot-astronot Apollo ‘dilatih’ keras untuk menghadapi masalah-masalah ini, dan pendaratan di bulan dapat berjalan dengan mulus. Amazing…
  • Jeleknya Kualitas Video Sehingga Tidak Dapat Diuji Dengan Lebih Mendalam

Video pendaratan Apollo 11 dikirim langsung ke bumi dari permukaan bulan dengan menggunakan antenna Lunar Module dan power supply. Sehingga terdapat batasan bandwidth yang dapat di transmisi. Sehingga Apollo 11 hanya dapat menggunakan gambar hitam-putih, slow-scan TV camera dengan scan rate 10 frame per detik pada 320 baris per frame. Untuk dapat menyiarkan situasi bulan kepada bumi maka gambar-gambar ini perlu di convert ke standart TV komersial. Di amerika, standar EIA adalah 30 frame per detik pada 525 baris per frame. Tayangan yang di kirim dari bulan ditampilkan pada monitor hitam-putih 10 inch dan sebuah kamera vidicon di arahkan ke layer monitor kemudian di scan menggunakan standar EIA.
Dalam sebuah misi yang sangat ambisius ini, NASA kehilangan kapabilitasnya dengan tidak mampunya Apollo 11 mengirimkan tayangan high-quality. Misi berikutnya, dimulai dengan Apollo 12 NASA membekali astronot mereka dengan kemampuan bandwidth yang lebih besar sehingga dapat mengirimkan gambar bewarna langsung ke bumi.
  • Tidak Akan Ada Gambar Yang Diambil Dari Bulan Karna Film Akan Meleleh Pada Temperatur 250°

Astronot Apollo pada saat itu menggunakan sebuah film transparansi khusus yang dibuat oleh Eastman Kodak dibawah kontrak NASA. Layer dari emulsi fotosensitif ini diletakan dalam ESTAR yang terbuat dari polister, yang biasanya di gunakan dalam pembuatan film bergerak. Titik leleh ESTAR adalah 490° F, namun penyusutan dan distorsi dapat terjadai pada temperatur 200° F. dan film ini tidak pernah diuji dalam temperature seperti ini. Kameranya sendiri disimpan didalam sebuah tempat khusus yang di disain untuk menjaga film agar tetap dingin.
Situasi di bulan yang tanpa udara sangat berbeda dengan situasi oven di dapur kita pada umumnya. Tanpa konveksi dan koduksi, maka panas dapat tersebar karna radiasi.
  • Setiap Foto Yang Ditampilkan Dibuat Dengan Sangat Sempurna, Terfokus, dan di Ekspos. Kenyataanya Astronot Menggunakan Kamera Tanpa Viewfinders dan Pengatur Cahaya

Artinya adalah,

Rahasia Zam-Zam

Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi.

Sumur Zamzam
Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam
Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.
Bentuk sumur Zam-zam
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Mata air zamzam

Angka 13

Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.
Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.
Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.
Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.
Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).
Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.






Inilah buktinya:

Senin, 08 November 2010

Cara Simpel Usir Stres

Ketika sudah eneg sama semua masalah dan tugas, rasanya kita nggak sabar mau refreshing dengan belanja atau traveling. Menarik, sih. Tapi, sebenarnya nggak perlu membuang banyak uang dan waktu untuk melepaskan stres yang menumpuk. Cukup dengan cara mudah dan cepat berikut ini, stres kita bisa hilang:

Senyum. Ambil cermin dan tersenyumlah. Ekspresi wajah bahagia kita di cermin, bisa menghibur kita dan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghapuskan semua pikiran negatif. Lalu kita pun yakin semua akan baik-baik saja.

Tarik napas. Di yoga, bernapas adalah teknik penting meditasi. Karena bernapas dalam-dalam bisa membantu kerja jantung, paru-paru dan otak. Jadi, segera tarik napas panjang begitu diserang stres agar kita langsung tenang dan rileks.

Berhitung. Sebelum mulai merasa jadi orang paling sial di dunia, coba sebutkan 10 kelebihan yang kita punya. Misalnya, kamar yang nyaman, teman yang baik, dll. Begitu mulai menghitung, kita pasti langsung sadar betapa beruntungnya kita.

Mr. Chocolate



                Setiap orang pasti memiliki kisah dalam hidupnya. Dan di setiap kisah, pasti memiliki sisi yang menarik untuk dibagikan. Ini adalah kisahku. Berawal dari komik, aku mengenal Nazri, sang Mr. Chocolate-ku. Berjalannya waktu, sebuah rasa tumbuh dan bersemi dihatiku. Yang awalnya hanya setitik tinta di atas secarik kertas kosong, kini telah menjelma menjadi sebuah rangkaian indah di dalam teks. Kau takkan pernah sadar dimana kau akan menemukan kisahmu. Mungkin di sekolah, tempat les, mall, bahkan di tempat yang tak pernah kau duga sekalipun. Dan aku, disinilah goresan tintaku berawal..
JJJJ
       Sudah beberapa minggu aku berada di kelas baru. Banyak wajah baru yang ku temui. Salah satunya Nazri, cowok pindahan dari kelas lain. Aku gak begitu kenal sama dia, yang aku tau, dia suka baca komik. Berbanding terbalik denganku, yang sama sekali tak suka komik.
Yah, aku enggak suka baca komik. Menurutku, gambar-gambar di komik itu berantakan. Ceritanya pun lompat-lompat seperti tupai, membuatku malas untuk mengerti komik.
            Akhir-akhir ini, kawan-kawanku heboh dengan komik Death Note. Mereka ngidolain banget komik yang satu ini. Aku jadi penasaran, ‘seseru apa sih Death Note itu?’ Karena didorong rasa keingintahuanku yang besar, akupun tak segan meminjam komik Death Note pada Nazri. Kebetulan, dia juga mengoleksi komik Death Note yang terdiri dari 12 seri itu.

Minggu, 31 Oktober 2010

Musola SMA Negeri 1 Medan

source: http://saidialhady.com
Kalau sekolah negeri nggak punya musola, kayaknya kurang bagus. Bagaimana tidak? Siswa/i belajar di sekolah sampai jam 2 siang. Itu berarti waktu solat Zuhur udah berjalan. Dan kemungkinan besar, siswa/i yang rumahnya jauh dari sekolah, kelewatan waktu Zuhur. Intinya, sekolah negeri itu kudu punya musola.

Tak terkecuali untuk SMA Negeri 1 Medan, sekolah favorit se-kota Medan, bahkan se-provinsi Sumut. Sekolah yang biasa disebut Smansa ini mempunyai musola yang lumayan luas dan indah jika dilihat dari luar. Nama musolanya adalah Ibnu Sina. Musolah ini tentu juga mempunyai pengurus yang disebut Bakmiss (Badan Kemakmuran Musola Ibnu Sina Smansa) yang anggotanya adalah seluruh siswa/i Smansa yang beragama Islam.

Musola Ibnu Sina sering dijadikan tempat rapat, belajar, diskusi, ta'lim, mentoring dan sebagainya. Tapi, selain kegiatan positif yang dilakukan di musola ada juga siswa/i pergi ke musola ketika jam pelajaran. Kegiatan ini biasa disebut "cabut". Yah, musola adalah tempat yang aman dan nyaman untuk cabut. Banyak alasan mereka "cabut".

Kami melakukan wawancara dengan beberapa siswa.

"Menurut anda kenapa musola itu sering dijadikan tempat 'nongkrong'?

Naufal (Anggota Bakmiss): "Orang musola tu ramah-ramah. Jadi enak aja"

Farouq (wakil ketua kelas XI IPA 6): "Menurut saya, sih, musola itu tempatnya cocok dijadikan tempat kita tidur karena nyaman aja"

Vanda(Anggota Departemen Dakwah Bakmiss) : "Hemm... Musolah tu tempatnya strategis. Terus aman dan nyaman. Lagi pula, kalo bukan kita yang berada di musola, siapa lagi?"

Hafiz: "Wah, gak tau ya. Entah kenapa enak aja gitu"

"Menurut anda, apa kelebihan musola Ibnu Sina Smansa dibandingkan dengan musola lain?"

Hafiz (Amir Bakmiss): Wah, kalo Musola Ibnu Sina itu sangat ketat akan batas jarak ikhwan dengan akhwatnya. Pintu masuk ikhwan dan akhwat pun dipisahkan. Dan daerah ikhwan dilarang dimasuki oleh akhwat begitu juga sebaliknya. Kayaknya peraturan ini jarang ada deh.

Demikian artikel kami perbuat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 27 Oktober 2010

Puisi WAJAH NEGERIKU

Hanya sekedar rekaman suara hati ditumpahkan melalui tinta
Negeri ini dipenuhi kekayaan alam yang berlimpah
namun lahir pula segelintir para bedebah
Mengaku peduli bersuara dengan sejuta janji
Padahal hanya demi misi…

Hanya Sekedar bertanya pada negeri dengan goresan pena kecil ini
Diantara angan dan hayalan tentang negeri yang indah
Masih ada tangis yang menggelegar
Ada jeritan-jeritan yang tajam
Derita terus menyeruak
Inikah wajah negeri tercinta….?

Hanya Sekedar bertanya dengan apa yang disaksikan dan nyata terlihat
Para pencuri berwajah malaikat,Mengajak diskusi dengan rakyat.
Wajah dibuat polos namun tangan liar merampas.
Bedebah….! Sungguh kotor….

Hanya sekedar merasakan apa yang tengah terjadi dengan bumi pertiwi
Kehidupan berbangsa sepertinya telah habis digerogoti.
Kedaulatan terkubur,keadilan seolah telah mati
Menyisakan kemunafikan,keangkuhan.
Kerakusan berkarya,
Merah putih tak dihargai…..

Coretan ini kecil dan sederhana,namun sebuah harapan dari anak bangsa.
Aku,kita dan semua anak-anak bangsa negeri tercinta ini
Bebaskan dari buaya-buaya yang menggerogoti
Bebaskan dari cakaran tangan-tangan kotor…
Bebaskan dari terjangan menerkam
Tak peduli rakyat menjerit mengangis,
Mereka asik duduk manis…

Jejak jejak para pahlawan tidakah mengajarkan arti sebuah perjuangan
Bukan sekedar membela tanah air, tapi menjaga dengan jiwa raga
Merah putih………tidakkah memberi kekuatan
Merdeka yang sesungguhnya merdeka…..