Senin, 08 November 2010

Mr. Chocolate



                Setiap orang pasti memiliki kisah dalam hidupnya. Dan di setiap kisah, pasti memiliki sisi yang menarik untuk dibagikan. Ini adalah kisahku. Berawal dari komik, aku mengenal Nazri, sang Mr. Chocolate-ku. Berjalannya waktu, sebuah rasa tumbuh dan bersemi dihatiku. Yang awalnya hanya setitik tinta di atas secarik kertas kosong, kini telah menjelma menjadi sebuah rangkaian indah di dalam teks. Kau takkan pernah sadar dimana kau akan menemukan kisahmu. Mungkin di sekolah, tempat les, mall, bahkan di tempat yang tak pernah kau duga sekalipun. Dan aku, disinilah goresan tintaku berawal..
JJJJ
       Sudah beberapa minggu aku berada di kelas baru. Banyak wajah baru yang ku temui. Salah satunya Nazri, cowok pindahan dari kelas lain. Aku gak begitu kenal sama dia, yang aku tau, dia suka baca komik. Berbanding terbalik denganku, yang sama sekali tak suka komik.
Yah, aku enggak suka baca komik. Menurutku, gambar-gambar di komik itu berantakan. Ceritanya pun lompat-lompat seperti tupai, membuatku malas untuk mengerti komik.
            Akhir-akhir ini, kawan-kawanku heboh dengan komik Death Note. Mereka ngidolain banget komik yang satu ini. Aku jadi penasaran, ‘seseru apa sih Death Note itu?’ Karena didorong rasa keingintahuanku yang besar, akupun tak segan meminjam komik Death Note pada Nazri. Kebetulan, dia juga mengoleksi komik Death Note yang terdiri dari 12 seri itu.
            Udah pulang sekolah waktu aku lagi nyantai baca komik di depan Aula. Biasanya aku langsung bosan gitu baca halaman awal sebuah komik. Namun kali ini, aku tidak berkomentar sedikitpun. Ceritanya seru banget, sih. Sepertinya, aku baru saja menjadi penggemar komik Death Note.
            Saat aku sedang asyik baca komik, Nazri tiba tiba datang dan duduk disampingku. Ia memiringkan kepalanya, mencoba membaca judul komik yang sedang ku pegang. Aku terkejut dengan kehadirannya, namun ia hanya tersenyum kecil.
            “Besok bawa komiknya, ya..”, katanya singkat. Setelah itu dia berlalu pergi.
            “Dasar cowok cuek !”, pikirku. Tapi aku cukup senang, karena dia memperbolehkanku membawa pulang komiknya.
            Terkadang semesta memiliki cara tersendiri untuk menghubungkan sebuah benang, sehingga dua orang bisa bertemu. Dan mungkin, beginilah cara semesta mempertemukanku dengan Nazri, cowok yang telah menggoreskan rangkaian kata di hatiku.
JJJJ
            Bel istirahat berbunyi. Para murid yang kelaparan langsung menyerbu kantin. Aku sedang berdiri di beranda lantai 3, waktu itu. Menatap ke bawah, ke arah koridor sekolah. Tampak sepi. Aku pun teringat akan sebuah mitos.
‘Kalau kau memejamkan kedua matamu, meminta dengan setulus hati, kemudian membuka matamu dan mulai menghitung satu sampai sepuluh. Maka harapanmu akan terwujud’
Lagi-lagi, rasa rasa penasaranku muncul. Aku pun menutup mata dan meminta sebuah harapan. Harapan yang aneh, menurutku.
“Ya Allah, gak tau kenapa, aku ngerasa sangat kesepian. Tolong kirimkan aku sesosok malaikat yang akan temani hariku, buatku selalu tersenyum dan selalu ada di saat aku butuh”.
Aku pun membuka mata dan mulai menghitung dengan perlahan. bagaikan bertaruh dengan nasib, siapapun yang pertama kali melintas di koridor itu adalah jawaban dari harapanku. Meski konyol, aku tetap berharap mimpiku jadi kenyataan. Hitungan kesepuluh berakhir, namun tak seorangpun yang melintas.
“Huh! Sudahlah, mitos konyol..!”, pikirku.
Namun di detik berikutnya, seseorang muncul dari pintu koperasi. Dia Nazri. Sesaat semua pertanyaan memenuhi pikiranku.
‘Mungkinkah??’, seakan tak percaya dengan pandanganku sendiri.
Dia.. Mr. Chocolate??’, pikirku kemudian.
Awalnya aku tak mengerti kenapa aku menjulukinya Mr. Chocolate. Namun kemudian aku menyadari, dia membuat hidupku terasa manis, seperti coklat.
Hari-hari kian berlalu. Tak jarang, aku mendapati masalah. Dan di saatku sedang dalam kesulitan, Nazri selalu muncul di dekatku. Dengan bantuannya, aku selalu bisa menyelesaikan masalah-masalahku. Aku semakin akrab dengannya. Di pertemukan dalam satu kelompok membuat kami semakin dekat. Dan tanpa kusangka, setitik tinta telah muncul di kertas kosongku.
JJJJ
Di sebuah Sabtu sore, aku, Nazri dan kedua sahabatku pergi nonton di bioskop 21 di Thamrin Plaza. Setelah memesan tiket, kami makan siang di Texas Chicken. Sembari menunggu film diputar, kami jalan jalan di sekitar plaza tersebut. Aku mendapat banyak kesempatan untuk ngobrol berdua dengan Nazri. Banyak topik yang kami bahas. Mulai dari perjalanan liburannya keliling Jakarta, kisah keluarga dia hingga segala sifat buruknya, seperti malas milih-milih kalo lagi belanja, fobia ketinggian dan moody-an, apalagi kalau dia lagi ngantuk. Gak nyangka, dia bisa buat suasana jadi asyik dan gak garing. Dan gak kerasa, satu jam berlalu begitu saja. Chatting kami harus diakhiri karena filmnya udah mau mulai.
JJJJ
Dia pernah bertanya padaku, “Gimana caranya supaya kita selalu ceria?”. Sebenarnya jawabannya cukup sederhana. Jangan batasi dirimu. Biarkan ia bebas kemanapun ia mau. Bagiku, dapat mengenalnya adalah sumber keceriaanku. Jadi, selama ada dia, aku tidak memerlukan apapun lagi untuk membuatku selalu ceria. Mungkin kedengarannya terlalu muluk, tapi itulah yang aku rasakan.
Kau tahu? Dia pernah hadir di mimpiku selama 2 minggu berturut-turut. Dengan cerita yang berbeda beda, dia sering menimbulkan pertanyaan besar di kepalaku. Terkadang aku juga sering senyum senyum sendiri. Kata orang, bila kita memimpikan seseorang lebih dari 7 kali berturut-turut, itu berarti malaikat ingin memberitahukan sesuatu pada kita. Entah apapun itu, aku harap sebuah kabar baik.
Pernah ku berpapasan dengannya di depan Mushalla, saat ia hendak sholat zuhur. Sepertinya ia memperhatikanku saat aku hendak menuju kantin.
“Ci, gak sholat??”, tanyanya.
Pertanyaan 3 kata yang sanggup memukul imanku dengan keras. Akupun langsung menuju kamar mandi sekolah untuk mengambil air wudhu. Gak tau apa yang aku pikirkan saat itu, aku merasa dia benar-benar jadi malaikatku.
Ternyata, hal yang sangat sederhana mampu mengubah kehidupan seseorang. Ia mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik. Bagaikan sebuah jembatan, ia menuntunku agar melangkah lebih dekat dengan Allah. Di balik sosoknya yang cuek, pemarah, usil dan moody-an, ternyata ia memiliki pribadi yang manis, penyayang dan perhatian. Setahun sudah aku mengenalnya, dan tak bisa ku pungkiri, aku sayang sama dia.
JJJJ
Lucu ya?! Suatu hari kau hanya menganggapnya orang asing, namun di hari lain, kau menjadikannya someone special. Mungkin semua ini udah di atur oleh Tuhan yang berkonspirasi dengan semesta. Bagaimana aku bertemu dengannya, bagaimana aku mengenalnya, bagaimana kami akrab, bagaimana ia bisa menjadi Mr. Chocolate di hidupku dan bagaimana ia bisa menimbulkan perasaan aneh di hatiku. Perasaan yang membuat kita merasakan pahitnya empedu jadi semanis coklat.
Mungkin kau bertanya, bagaimana harapan konyol dari seorang cewek tak sengaja terwujud dan menjadi sebuah kisah manis. Suatu hal yang ku tahu pasti, keindahan terkadang memerlukan waktu yang tepat untuk benar-benar kita nikmati manisnya.
Dan kini, aku bukan hanya bisa mengimpikannya, atau sekedar menatap bayangannya. Dia benar benar menjadi Mr. Chocolate-ku.
Seutuhnya..
The End…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar